Desa Keblukan Kecamatan Kaloran maju lomba kesatuan gerak PKK–KB kesehatan tingkat Provinsi Jawa Tengah.Pembukaan Penilaian lomba berlangsung dihalaman kantor desa setempat Sabtu kemarin (12/2) dihadiri Bupati, Pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan pejabat terkait.
Ketua tim penilai Drs. Zaenal Arif mengatakan, lomba diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan mobilitas kegiatan kesatuan gerak PKK–KB Kesehatan sehingga berbagai program PKK dan KB bisa berjalan optimal guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu selaras dengan visi da missi pembangunan Jawa Tengah Bali Ndeso Mbangun Deso. Selain Temanggung, penilaian lomba juga dilakukan di Kabupaten Pemalang, Wonosobo, Purbalingga, Magelang dan Boyolali. Bagi yang berhasil keluar sebagai juara lanjutnya, berhak mewakili Provinsi Jawa Tengah maju ke tingkat nasional.
Bupati Drs. Hasyim Afandi dalam sambutannya mengemukakan, dengan penilaian lomba akan lebih merangsang dan memotivasi kegiatan Kesatuan gerak PKK-KB Kesehatan semakin maju dan berkembang. Desa Keblukan mewakili Kabupaten Temanggung dalam lomba Kesatuan gerak PKK–KB Kesehatan tingkat Provinsi Jawa Tengah, setelah sebelumnya berhasil keluar juara tingkat Kabupaten.
Kepala Desa Keblukan Mujiyana menjelaskan, dari jumlah penduduk 1494 jiwa, saat ini terdapat 322 Pasangan Usia Subur (PUS) dan yang mengikuti program KB tercatat 274. Kelompok kegiatan yang diselenggarakan meliputi Posyandu dan Panca Bina termasuk didalamnya Pusat Informasi dan Konseling bagi remaja. Dalam rangkaian kesatuan gerak PKK-KB Kesehatan telah dibentuk kelompok Priyo Utomo pada bulan Desember 2010 yang kegiatannya terintregasi dengan kegiatan Kelompok Tani Ngudi Makmur.
Seusai pembukaan, dilanjutkan penilaian lomba yang meliputi administrasi PKK, kegiatan Bina lingkungan Keluarga, Bina Keluarga Balita, Posyandu, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia, bazar produk-produk PKK dan layanan akseptor Keluarga Berencana. Secara umum penilaian lomba berjalan lancar dan mendapat sambutan hangat warga masyarakat dimeriahkan kesenian cengklungan dan kuda lumping.
-
Lari Bhumi Phala 10 K, dalam rangka Hari Pahlawan dan Hari Jadi Kabupaten Temanggung. Berurutan Pelari Terdepan Kelompok Umum Putra, Kelompok Pelajar Putra, Kelompok Umum Putri dan Kelompok Pelajar Putri. -
Minggu (31/10) disepanjang jalan dari Tugu jam sampai dengan Pandean digelar 80 grup kesenian dari 26 jenis kesenian dalam 15 panggung. Juga ditampilkan Kuliner Temanggung. -
Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Temanggung ke 176 mengadakan Kejuaraan Gateball Nasional. Yang diikuti oleh 24 team dari 5 daerah yaitu Bali, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Acara berlangsung pada hari Sabtu (30/10) dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Temanggung Ir. Budiarto, MT. -
Tanaman Gandum diuji coba di Desa Kledung Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung dengan cara Tumpangsari dengan tanaman Tembakau. -
Karyawan Karyawati Setda Kabupaten Temanggung mengadakan Jumat bersih di lingkungan Kantor dan sepanjang Jalan Ahmad Yani. Drs. Bambang Arochman, MM selaku Sekda Temanggung ikut dalam jumat bersih bersama PNS di lingkungan Setda Temanggung. -
Kejuaraan Binaraga dan Body COntest Temanggung Open 2010, di selenggarakan oleh Pengurus Cabang Persatuan Angkat Besi, AngkatBerat dan Binaraga Seluruh Indonesia (Pengcab PABBSI) Kab Temanggung pada tanggal 31 Juli 2010 di Pendopo Pengayoman Temanggung.
-
Memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Temanggung ke 176, juga dimeriakan Lomba Burung dalam acara Temanggung Fiesta II. Dengan melombakan 23 Jenis perlombaan. -
Beberapa hari yang lalu Wakil Bupati Ir. Budiarto, MT meninjau Pengusi akibat letusan Gunung Merapi di sejumlah tempat di Temanggung. -
Panen Perdana Demplot Singkong Mekarmanik yang di tanam Di Desa Gandon Kecamatan Kaloran. Singkong Mekarmanik dapat berproduksi 15 - 20 kg per tanaman. -
Kesenian Rakyat dari Kab. Temanggung Saat Festival budaya dalam rangka ulang tahun Kab. Temanggng ke -176.
Kamis, 17 Februari 2011
DESA KEBLUKAN MAJU LOMBA KESATUAN GERAK PKK
DPRD Temanggung Desak Perbaiki Kerusakan Jalan
DPRD Temanggung mendesak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) segera memperbaiki sejumlah ruas jalan di wilayah yang mengalami kerusakan, ambles dan aspal mengelupas.
"Perbaikan jalan tersebut untuk memperlancar arus lalu lintas, dan mengurangi kecelakaan," jelas seorang anggota DPRD Temanggung, Slamet Eko Wantoro, Rabu (16/2) siang.
Menurut penuturan anggota DPRD dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan itu, jika tidak segera diperbaiki justru akan memperparah kerusakan jalan tersebut hingga menambah biaya perbaikan. Dia menunjuk jalan antara Parakan-Temanggung lewat Bulu yang banyak berlobang.
Sedangkan anggota lain, Agus Muslihin, permintaan dana untuk perbaikan jalan di daerah Temanggung sudah dilakukan ke propinsi, namun dana yang dikucurkan amat terbatas. Sehingga, dana itu hanya digunakan untuk perawatan saja padahal untuk perbaikan jalan dengan hotmix biaya cukup mahal, yakni diperkirakan mencapai Rp 1,2 miliar perkilo.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Temanggung, Sigit Suliantono, belum lama berselang diantara jalan yang rusak ataupun berlobang-lobang itu adalah jalan nasional dan jalan propinsi. "Kerusakan di jalan raya Bulu,Temanggung merupakan jalan propinsi," paparnya.
Diakui, perbaikan jalan itu berupa tambal sulam mengingat dana perawatan terbatas. Namun dikatakan, akokasi pembangunan jalan desa tahun 2011 ini naik cukup drastis dibandingkan tahun silam. Tahun 2010 anggaran pembangunan jalan desa, katanya, sebanyak Rp 2,2 miliar, sedangkan tahun 2011 mencapai Rp 8,6 miliar.
Sementara Sukirman, salah seorang anggota DPRD Propinsi Jawa Tengah, kemarin mengatakan, untuk perbaikan jalan propinsi Pemkab dapat mengusulkan anggaran ke propinsi. "Pemkab Temanggung dapat mengajukan anggaran untuk perbaikan jalan ke propinsi jawa tengah," jelasnya.
Seperti diketahui, jalan raya Parakan-Bulu-Temanggung mulai rusak kendati sudah dilakukan penambalan. Jalan sepanjang 12 kilometer itu terdapat banyak berlobang, amblas maupun aspal yang mengelupas. Bahkan, bahu jalan yang sudah ambles sebulan kemarin masih dibiarkan rusak.
Kondisi jalan yang mulus tersebut dimulai dari Pare, Bulu hingga Kebonsari, Temanggung sementara kondisi aspal jembatan Gilingsari, Temanggung mulai mengelupas dan berlobang hingga memaksa pengguna jalan berhati-hati. Kerusakan terbaru bahu jalan ambrol di Desa Campursari Kecamatan Bulu.
Untuk bahu jalan di Depok Desa Ngimbrang, Bulu yang sudah ambles lebih satu bulan silam, namun hingga kini dibiarkan saja. Bahu jalan yang ambles itu kian parah hingga hampir melebar di badan jalan. "Semula kerusakannya kecil, namun seiring terguyur hujan, kerusakan tambah parah," jelas Sumardin (42) warga Bulu, Temanggung.
Untuk menghindari kecelakaan lalu lintas, petugas dari PU memagari jalan yang ambles itu dengan bambu. Sementara hal serupa juga dilakukan oleh warga di Pandean, Temanggung yang memasang drum-drum agar pengguna jalan lebih berhati-hati melintasi jalan itu.( http://www.krjogja.com )
Polisi Cari Dalang Dibalik Rusuh Temanggung
Polisi terus berupaya membongkar dalang dibalik kerusuhan di Temanggung paska persidangan kaus penistaan agama dengan terhukum Antonius Ricmond Bawengan ( 50). Pembongkaran kasus dilakukan dengan mengembangkan pemeriksaan para tersangka yang kini diamankan.
Hal itu dikemukakan Kapolres Temanggung, AKBP Kukuh Kalis saat menghadiri dialog antara anggota DPD RI dan Komisi VIII DPR RI yang difasilitatori Bupati Temanggung Hasyim Affandi, Senin (14/2). Hadir dalam dialog itu Wakil Ketua DPD RI La Ode Ida, Ketua Komite 8 DPD Istibsyaroh dan Denty EW Pritiwi dan Popy Dharsono.
Dari DPR RI hadir Ketua Komisi VIII Abdul Kadir Karding, Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KH Faizun, Dandim Letkol Zinuddin dan tokoh masyarakat lainnya.
menurut Kapolres, para tersangka itu diajak untuk mengikuti pengajian oleh SYB sebelum terjadi krusuhan tersebut. Hal itu diketahui setelah penyidik mengorek keterangan dari para tersangka dan saksi yang diperiksa terkait dengan kerusuhan itu.
Terkait dengan keterangan itu, lantas membuat SYB ditetapkan sebagai tersangka sekaligus sebagai pelaku utama dalam kerusuhan tersebut. Selain mengajak dengan dalih mengikuti pengajian, para tersangka yang mayoritas berasal dari Desa Sigedong, Kecamatan Tretep tersebut pada sehari sebelumnya juga telah dikumpulkan oleh SYB dan diberi pengarahan mengenai apa yang harus dilakukan dalam pengawalan persidangan.
Dipaparkan, provokasi yang dilakukan oleh SYB terhadap sebagian besar tersangka juga diperkuat dengan tindakannya memberikan uang saku dan makan bagi para tersangka sebelum melakukan aksi tersebut. Namun Kukuh menolak untuk memaparkan lebih jauh mengenai peran SYB karena masih dalam proses penyidikan Polda Jateng. " Itu sudah wewenang Polda yang menyampaikan," katanya usai paparan.
Meski demikian, hal tersebut belum sepenuhnya tepat, sebab hingga kini pihak kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini. Proses penyidikan terhadap tersangka dan pemeriksaan saksi juga masih berlanjut untuk membongkar dalang dari seluruh kerusuhan ini dibaliknya. " Juga soal siapa yang mendanai kericuhan ini sepenuhnya wewenang Polda Jateng," tambahnya. ( http://www.krjogja.com )
Rabu, 05 Januari 2011
Pasokan Kurang, Harga Sayur Bertahan Tinggi
Komoditas sayuran yang langka selama beberapa pekan terakhir membuat harga semakin tinggi disejumlah pasar tradisional di Temanggung. Tingginya harga sayuran disebabkan minimnya pasokan serta anomali cuaca yang berdampak pada kerusakan lahan sayuran di sentra produksi sayur.
Dari pantauan Koran ini di Pasar Induk sayuran Kranggan, harga berbagai jenis sayuran masih berada di level atas kendati beberapa komoditas mengalami penurunan dibanding Desember lalu. Secara umum, kondisi harga sayuran masih terbilang belum normal.
Cuaca ekstrem merupakan penyebab utama lonjakan harga sayuran. Pasokan barang dari petani sering tidak lancar karena kegagalan panen. Untuk mendapatkan barang, bahkan para pedagang harus berebut dengan pedagang lainnya saat pasokan datang.
"Masih diatas harga normal, antara Rp 500 sampai Rp 1000," ujar Suyarti, pedagang sayur di Pasar Kranggan.
Harga kentang misalnya, masih bertahan di Rp 6 ribu per kilogramnya dari harga normal Rp 5.500, untuk sawi, masih bertahan Rp 2000 per kilogramnya dari harga Rp 1.500. sementara untuk kecambah Rp 4.500 per kilogram atau naik Rp 1.500 dari harga normal. Sementara kubis naik Rp 1000 menjadi Rp 3000 per kilogram. Harga bayam 1.500 dari harga normal Rp 750. Terong Rp 4000 per kilogram dari harga normal Rp 2.500, buncis naik Rp 1000 menjadi Rp 4.500 dan oyong menjadi Rp 2500 dari harga normal Rp 2000.
Kenaikan ini diprediksikan akan sampai akhir bulan ini apabila tidak ada tambahan pasokan dari daerah lain. Untuk mendapatkan sayuran, papar Suyarti, sangat sulit lantaran harus berebut dengan pedagang lain.
Hal tersebut juga berpengaruh terhadap pedagang sayuran keliling. Saat ini seringkali kekurangan sayuran untuk diedarkan. "Jam 08.00 sudah habis," ujar Priyanto, pedagang keliling di Desa Wanutengah, Parakan.(sumber : http://www.krjogja.com )
Senin, 27 Desember 2010
Pernikahan Dini di Temanggung Naik
Selama sepuluh bulan terakhir ini, lebih dari 100 kasus permintaan dispensasi untuk bisa kawin nikah dibawah umur naik bagi pasangan muda di daerah Temanggung bila dibandingkan tahun sebelumnya. Karena tahun 2008 dan 2009 yang jumlah permintaan dispensasi nikah dibawah umur jauh dari angka 100 kasus. Menurut Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Temanggung, Shoim Shodiqin, meskipun semua dispensasi tersebu tidak dikabulkan oleh majlis hakim PA namun permintaan itu tetap lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. "Jumlah itu bahkan sangat tinggi bila dibandingkan dengan tahun 2008 yang hanya 28 kasus permintaan dispensasi nikah dibawah umur yang tekah ditentukan," katanya di Temanggung, Kamis (23/12).
Dari data Pengadilan Agama (PA) Temanggung, jumlah orang tua atau wali dari calon mempelai laki-laki ataupun perempuan yang mengajukan permohonan dispensasi nikah di bawah umur sebanyak 111 kasus. Jumlah tersebut sangat tinggi dibandingkan 2009 lalu, yang terdapat 39 kasus, atau pada 2008 yang hanya ada 28 kasus.
Diungkapkannya, dari 111 kasus permintaan dispensasi tahun ini, 101 kasus terjadi dari Januari hingga akhir November. Dan, dari 101 kasus itu, sebanyak 83 permintaan dikabulkan hakim, serta 18 lainnya tidak dikabulkan. Kemudian dari awal Desember hingga kemarin terdapat 10 permintaan dispensasi, yang seluruhnya kini masih dalam proses pengambilan keputusan oleh hakim.
Sedangkan, pada tahun 2009 lalu, dari 39 kasus permintaan dispensasi, yang dikabulkan majelis hakim sebanyak 30 kasus, dan 9 tidak dikabulkan. Setahun sebelumnya, dari 28 kasus permintaan dispensasi, yang dikabulkan hanya 17 kasus, sedangkan sisanya sebanyak 11 kasus tidak dikabulkan hakim.
''Kami hanya melakukan pendataan administratif jumlah kasus permintaan dispensasi nikah di bawah umur di Pengadilan Agama, sehingga tidak bisa mengetahui secara pasti, sebab-sebab yang menjadikan angka pernikahan di bawah umur ini meningkat drastis,''tuturnya.
Sesuai dengan ketentuan undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, usia minimal laki-laki boleh menikah adalah 19 tahun, kemudian untuk perempuan berusia minimal 16 tahun. Sedangkan, sesuai ketentuan undang-undang itu pula, bagi yang belum mencapai batas minimal usia tersebut dapat diberikan dispensasi.
Selama ini, majelis hakim PA hanya mengabulkan permohonan dispensasi, apabila yang masih di bawah umur itu salah satu dari dua calon mempelai. Jika kedua-duanya masih di bawah umur, tidak dikabulkan karena dengan pertimbangan, diperkirakan nantinya tidak ada salah satu dari pasangan itu yang bisa membimbingnya.
Adapun alasan mereka menikah di bawah usia, yang diekemukakan selama ini ialah karena keduanya sudah lama berpacaran dan takut kalau terjerumus berbuat maksiat. Namun, begitu ketika pemeriksaan oleh majelis hakim, ada pula beberapa kasus, yang ternyata karena calon mempelai perempuan telah hamil.(sumber : http://www.krjogja.com )
Kamis, 23 Desember 2010
Pelinting Cerutu Tak Kenal Hari Ibu
Hari Ibu, yang diperingati hari ini seolah tidak ada artinya bagi para ibu yang bekerja sebagai pelinting cerutu di Temanggung. Mereka tetap bergulat dengan melinitng daun-daun tembakau tersebut, karena tanpa kerja mereka pun tidak memiliki uang. Nenek Siyam (88) dan Muktinah (70), merasakan hal itu, mereka berdua melinting daun tembakau yang dibuat cerutu di Jalan P Diponegoro, Temanggung, Selasa (22/12) kemarin. Dari puluhan pekerja, kedua orang itu terhitung cukup lama bekerja sebagai pelinting cerutu.
"Saya sudah 25 tahun bekerja sebagai pelinting cerutu sejak upah yang diterima sebesar Rp 15 per-hari," jelas Muktinah ketika ditemui KRjogja.com, Selasa (22/12).
Bahkan, Siyam, yang juga penduduk Temanggung tersebut lebih lama bekerja sbagai pelinting cerutu di tempat tersebut, yakni sudah 28 tahun. "Kerja sebagai pelinting rokok jenis cerutu tidak begitu berat. Namun, membutuhkan ketelatenan. Pasalnya, jika salah linting bisa sulit untuk dihisap," terang nenek 6 putra, dan beberapa cucu tersebut menambahkan.
Baik Siyam dan Muktinah mengaku, sehari mampou melinting cerutu sekitar 4.00 s/d 5.00 batang. Namun, kata mereka, kalau lagi malas hanya melinting 300 perhari.
Dari setiap 100 batang cerutu ukuran kecilmemperoleh upah Rp 3.000 dan cerutu ukuran besar ipahnya antara Rp 4.000hingga Rp 4.500. Kebanyakan para nenek yang kerja sebagai p[elinting cerutu itu sebagai pengisi waktu luang, mengingat anak-anak sudah mentas.
"Saya hidup sendiri, karna suami telah tiada dan tidak memiliki anak," jelas Muktinah menambahkan.
Setiap bulan pengiriman cerutu terebut sebanyak 20 karton, dan stu karton berisi sekitar 56 kotak. Harganya bervariasi, yakni New Kenner King Extra setiap 20 batang harganya Rp 20.000, Bolero per-20 batang Rp 17.000 dan new havana extra fine per-30 batang Rp 20.000.(sumber : http://www.krjogja.com )
